1. Pengertian Manusia
Manusia atau juga yang bisa disebut dengan orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
2. Hakikat Manusia
Sebagai manusia kita memiliki beberapa hakikat, berikut adalah beberapa hakikat manusia :
• Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
• Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
• yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
• Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
• Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
• Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
• Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
• Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
3. Kebudayaan Bangsa Timur
Orang-orang timur mempunyai manner yang khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur sangat terkenal dengan keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka.
Contohnya saja nilai kesopanan. Di beberapa negara di Asia ada cara dimana kita harus menundukkan/membungkukkan badan 90 derajat pada orang yang lebih tua atau mempunyai kedudukan yang lebih tinggi secara finansial maupun pendidikannya untuk menunjukkan rasa hormat kita. Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian. Orang-orang timur juga sangat mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan yang bersifat pribadi.
Bangsa lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. bangsa timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.
4. Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Dapat diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Definisi budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
5. Unsur-unsur Kebudayaan
Mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat penting untuk memahami kebudayaan manusia. Kluckhon dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture membagi kebudayaan yang ditemukan pada semua bangsa di dunia dari sistem kebudayaan yang sederhana seperti masyarakat pedesaan hingga sistem kebudayaan yang kompleks seperti masyarakat perkotaan. Kluckhon membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan kultural universal. Menurut Koentjaraningrat, istilah universal menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan dapat ditemukan di dalam kebudayaan semua bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah :
1. Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.
Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa tersebut dapat diuraikan dengan cara membandingkannya dalam klasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan subkeluarga. Menurut Koentjaraningrat menentukan batas daerah penyebaran suatu bahasa tidak mudah karena daerah perbatasan tempat tinggal individu merupakan tempat yang sangat intensif dalam berinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan bahasa sering terjadi.
2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya
Masyarakat pedesaan yang hidup dari bertani akan memiliki sistem kalender pertanian tradisional yang disebut system pranatamangsa yang sejak dahulu telah digunakan oleh nenek moyang untuk menjalankan aktivitas pertaniannya. Menurut Marsono, pranatamangsa dalam masyarakat Jawa sudah digunakan sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sistem pranatamangsa digunakan untuk menentukan kaitan antara tingkat curah hujan dengan kemarau. Melalui sistem ini para petani akan mengetahui kapan saat mulai mengolah tanah, saat menanam, dan saat memanen hasil pertaniannya karena semua aktivitas pertaniannya didasarkan pada siklus peristiwa alam. Sedangkan Masyarakat daerah pesisir pantai yang bekerja sebagai nelayan menggantungkan hidupnya dari laut sehingga mereka harus mengetahui kondisi laut untuk menentukan saat yang baik untuk menangkap ikan di laut. Pengetahuan tentang kondisi laut tersebut diperoleh melalui tanda-tanda atau letak gugusan bintang di langit
Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai. Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciriciri bahan mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya. Menurut Koentjaraningrat, setiap suku bangsa di dunia memiliki pengetahuan mengenai, antara lain:
a. alam sekitarnya;
b. tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya;
c. binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya;
d zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
e. tubuh manusia;
f. sifat-sifat dan tingkah laku manusia;
g. ruang dan waktu.
3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi social dalam kehidupannya.
Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat karena perkawinan merupakan inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.
5. Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup
Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Pada saat ini hanya sedikit sistem mata pencaharian atau ekonomi suatu masyarakat yang berbasiskan pada sektor pertanian. Artinya, pengelolaan sumber daya alam secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam sektor pertanian hanya bisa ditemukan di daerah pedesaan yang relatif belum terpengaruh oleh arus modernisasi.
Pada saat ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi sumber penghasilan utama dalam mencari nafkah. Setelah berkembangnya sistem industri mengubah pola hidup manusia untuk tidak mengandalkan mata pencaharian hidupnya dari subsistensi hasil produksi pertaniannya. Di dalam masyarakat industri, seseorang mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari pekerjaan.
6. Sistem Religi
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.
Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan
mereka masih primitif.
7. Kesenian
Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.
Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.
6. Wujud Kebudayaan
Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu:
• ide/ gagasan : suatu pola pikir, contoh wujud kebudayaan dari gagasan pada masyarakat yogyakarta ialah mempercayai adanya hal hal yang berbau mistis,seperti mempercayai benda benda pusaka, makna motif batik dan lain lainnya
• aktifitas : kegiatan/tindakan yang di lakukan masyarakat. contoh wujud kebudayaan dari aktifitas pada masyarakat yogyakarta ialah siraman pusaka,labuhan,pemberian sesajen padatempat yang di anggap terdapat sesepuh yang telah tiada, dan lainnya
• hasil budaya : berupa suatu peninggalan,hasil karya/benda/fisik. contoh wujud kebudayaan dari hasil budaya pada masyrakat yogyakarta ialah keraton,alun alun,batik,keris dan lainnya.
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
• Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
• Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
7. Orientasi Nilai Budaya
Kluckhohn dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Secara fungsional sistem nilai ini mendorong individu untuk berperilaku seperti apa yang ditentukan. Mereka percaya, bahwa hanya dengan berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan wujud ideal dari lingkungan sosialnya. Dapat pula dikatakan bahwa sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan wujud konsepsional dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
8. Perubahan Kebudayaan
Penyebab perubahan dalam kebudayaan antara lain adalah pengaruh globalisasi, modernisasi, konsumenrisme,media massa, kebudayaan dalam negeri, kebudayaan asing dan narkoba. Pengaruh yang disebabkan oleh globalisasi misalnya pada generasi muda di Yogyakarta yang sudah banyak mengenal internet yang cakupannya sudah luas. Banyak pengaruh dari luar yang langsung saja bisa diterima (yang buruk) yang tidak cocok dengan kebudayaan mereka. Jika mereka tidak bisa memilah maka mereka akan terbawa dampak negatif dari internet itu. Lalu modernisasi misalnya dilakukan pada orang-orang yang ingin membangun rumahnya tidak lagi meminta bantuan pada tetangga atau saudaranya melainkan pada ahlinya/arsitektur. Hal ini menunjukkan berpindahnya cara tradisional ke cara yang modern yang praktis. Kemudian Konsumenrisme contohnya pada kenaikan jumlah mall di kota-kota besar. Generasi muda di perkotaan cenderung mengikuti mode-mode yang trendi dan mereka selalu ingin memenuhi keinginannya. Media massa contohnya penyebaran melalui televisi sebagai sarana informasi serta hiburan bisa mendatangkan dampak buruk bagi pemikiran yang menonton televisi, karena di televisi juga memperkenalkan budaya lain yang mungkin tidak sesuai dengan budaya timur. Kebudayaan dalam negeri misalnya pada pendatang baru di suatu daerah dari wilayah lain di Indonesia. Lalu kebudayaan asing, kebudayaan dari negara-negara maju/barat, misalnya kalau menonton MTV Asia, musik pop dan film populer yang ditayangkan dengan kesan bahwa cara hidup ini adalah mewah, keren dan trendi. Kemudian narkoba, salah satu bahaya yang terbesar yang dapat merusak kebudayaan, bisa merusak generasi muda.
9. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.
Sumber:
-http://hanggaaksara.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-manusia.html
-https://nie07independent.wordpress.com/hakikat-manusia/
-disclamaboy.wordpress.com
-adityo93.blogspot.co.id
Tempat corat-coret sebuah pemikiran yang di dalamnya penuh akan hal yang tidak terlalu penting yang diharapkan bisa membantu dan memberikan informasi yang berguna bagi sang pembaca dan pengunjung blog.
Selasa, 28 Maret 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Makalah Tentang Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat
Pada kali ini saya akan mengupload sebuah makalah yang berjudulkan Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat Untuk lebih jelasnya lagi bisa di baca makalah yang ada di bawah ini.
Minggu, 15 Januari 2017
Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota
Pengertian Masyarakat
Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti
luas, masyarakat adalah keseluruhan hubungan–hubungan dalam hidup bersama dan
tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya. Dalam arti sempit,
masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek–aspek tertentu,
misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Definisi masyarakat, dalam bahasa inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti
“kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya
“bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk
akhiran hidup, yang bukan disebabkan
oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur – unsur kekuatan lain dalam
lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
masyarakat menurut jenisnya atau tipenya yang secara umum dibedakan
menjadi dua bagian yaitu :
a. Masyarakat tradisional (sederhana) dan masyarakat modern.
b. Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
A. Masyarakat Desa (Rural Society)
Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat
tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut
sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal
di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan
masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah
sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat
dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia,
ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya
masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh
budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.
Adapun ciri-ciri masyarakat desa antara lain :
-Anggota komunitas kecil
-Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
-Sistem kepemimpinan informal
-Ketergantungan terhadap alam tinggi
-Religius magis artinya sangat baik menjaga lingkungan dan menjaga
jarak dengan penciptanya, cara yang ditempuh antara lain melaksanakan ritus
pada masa-masa yang dianggap penting misalnya saat kelahiran, khitanan,
kematian dan syukuran pada masa panen, bersih desa.
-Rasa solidaritas dan gotong royong tinggi
-Kontrol sosial antara warga kuat
-Hubungan antara pemimpin dengan warganya bersifat informal
-Pembagian kerja tidak tegas, karena belum terjadi spesialisasi
pekerjaan
-Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya
(tradisi)
-Tingkat mobilitas sosialnya rendah
-Penghidupan utama adalah petani.
B. Masyarakat Perkotaan
Warga belajar--sekalian, Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya
tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota
ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan
urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan
merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan
majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari
berbagai ras, etnis, dan agama.
Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota
sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan.
Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang
individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan
pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya
yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal
seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti
pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan
di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka
dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda
dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.
Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :
-Kehidupan keagaam berkurang, karena cara berpikir yang rasional
dan cenderung sekuler
-Sikap mandiri yang kuat dan
tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingg cenderung individualistis
-Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat
kemampuan/ keahlian
-Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga
berdasarkan kepentingan.
-Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang
matang.
-Masyarakat cerderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu
(slum)
-Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
-Kontrol sosial antar warga relatif rendah
-Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi
keterampilan
-Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat
dinamis, memamanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.
Sumber:
-https://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html
-http://iastias.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html
-https://ruardy.wordpress.com/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan/
Identifikasi Urbanisasi
Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran
penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai
permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota
yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan,
fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain
sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan
keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi
berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan
manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu
sendiri dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk.
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan
untuk tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan
penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari
desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk
ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan
lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang
mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun
dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah
beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang
untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
Penyebab Urbanisasi
Penyebab urbanisasi atau perpindahan penduduk perdesaan ke
perkotaan terjadi karena adanya daya tarik (pull factors) dari perkotaan dan
daya dorong (push factors) dari perdesaan.
Faktor Pendorong dari Desa:
Faktor pendorong dan desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi
sebagai beriikut.
-Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di desa.
-Tanah pertanian di desa banyak yang sudah tidak subur atau
mengalami kekeringan.
-Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap/tidak berubah) daripada
perkotaan.
-Fasilitas kehidupan kurang tersedia dan tidak memadai.
-Upah kerja di desa rendah.
-Timbulnya bencana desa, seperti banjir, gempa bumi, kemarau
panjang, dan wabah penyakit.
Faktor Penarik dari Kota:
Faktor penarik dan kota yang menyebabkan terjadinya urbanisasi
sebagai berikut.
-Kesempatan kerja lebih banyak dibandingkan dengan di desa.
-Upah kerja tinggi.
-Tersedia beragam fasilitas kehidupan, seperti fasilitas
pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan.
-Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan,
dan teknologi.
Terjadinya urbanisasi membawa dampak positil dan negatif, baik bagi
desa yang ditinggalkan, maupun bagi kota yang dihuni. Dampak positif urbanisasi
bagi desa (daerah asal) sebagai berikut.
-Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil
pekerjaan di kota.
-Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui
kemajuan dikota.
-Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi
jumlah penduduk.
-Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.
Adapun dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai berikut:
-Desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
-Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan
dan kehidupan kota.
-Desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.
-Dampak Urbanisasi bagi Kota terdiri dari dampak positif dan dampak
negatif. Dampak
positif urbanisasi bagi kota sebagai berikut.
-Kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja.
-Semakin banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas.
Dampak negatif urbanisasi bagi kota sebagai berikut.
-Timbulnya pengangguran.
-Munculnya tunawisma dan gubuk-gubuk liar di tengah-tengah kota.
-Meningkatnya kemacetan lalu lintas.
-Meningkatnya kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah
sosial lainnya.
-Sekian uraian tentang Pengertian, Penyebab, Dampak Urbanisasi,
semoga bermanfaat.
Sumber :
-http://www.pengertianahli.com/2014/03/pengertian-penyebab-dampak-urbanisasi.html
-https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
Jumat, 13 Januari 2017
PEMETAAN SOSIAL KOTA BEKASI
Pengertian pemetaan sosial
Pemetaan sosial (social mapping) merupakan upaya mengidentifikasi
dan memahami struktur sosial (sistem kelembagaan dan individu) tata hubungan
antar lembaga dan atau individu pada lingkungan sosial tertentu. Pemetaan
sosial dapat juga diartikan sebagai social profiling atau “ pembuatan profil
suatu masyarakat “ Identifikasi kelembagaan dan individu ini dilakukan secara
akademik melalui suatu penelitian lapangan, yakni mengumpulkan data secara
langsung, menginterpretasikannya dan menetapkan tata hubungan antara satu
dengan lain satuan sosial dalam kawasan komunitas yang diteliti (Dody
Prayogo,2003).
Identifikasi tata hubungan ini dapat dikaitkan dengan keberadaan
pranata sebagai salah satu institusi di dalam kelembagaan sosial atau
organisasi sosial dan atau sekitar komunitas yang dimaksud. Identifikasi tata
hubungan inilah yang disebut dengan pemetaan atau mapping, yang memberikan
gambaran posisi pranata terhadap lembaga lain di dalam komunitas tersebut,
sekaligus memberi gambaran bagaimana sifat hubungan antara pranata dengan
lembaga-lembaga tersebut. Adapun tujuan utama membuat pemetaan sosial adalah
diperolehnya program prioritas dan alokasi sumber dalam penguatan kelompok
sosial masyarakat dari pengaruh budaya-budaya luar secara efisien, efektif dan
berkelanjutan .
Secara khusus pemetaan sosial bertujuan agar :
1.Tersusunnya indikator bobot masalah dan jangkauan fasilitas
pelayanan sosial dalam kegiatan
penguatan.
2.Diperolehnya peta digitasi sebagai dasar pengembangan informasi
untuk penguatan kelompok-kelompok sosial.
3.Diperolehnya peta-peta fematik dengan sistem informasi geografis
(GIS), sehingga diketahui berbagai pengaruh budaya-budaya luar.
4.Tersusunnya prioritas rencana program penguatan berdasarkan jenis
masalah dan satuan wilayah komunitas yang ada pengaruhnya dari budaya-budaya
luar.
5.Dapat ditentukan alokasi program prioritas untuk kegiatan
penguatan.
6.Sebagai langkah awal pengenalan lokasi dan pemahaman terhadap
kondisi masyarakat
7.Untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat.
8.Sebagai dasar pendekatan dan metoda pelaksanaan melalui sosialisasi
dan pelatihan.
9.Sebagai dasar penyusunan rencana kerja yang bersifat taktis
terhadap permasalahan yang dihadapi
10.Sebagai acuan dasar untuk mengetahui terjadinya proses perubahan
sikap dan perilaku pada masyarakat.
Dalam pada itu pemetaan sosial mempunyai manfaat praktis antara
lain :
1. Pemetaan masalah sosial dan potensi/sumber sosial yang merupakan
bagian dari analisis situasi dan analisis kebutuhan untuk kegiatan penguatan.
2. Gambaran dasar survei disajikan dalam bentuk struktur ruang/daerah
lebih komukatif.
3. Pemantauan tentang perubahan tata ruang kondisi daerah suatu
komunitas
4. Analisis prioritas masalah dan lokasi untuk perencanaan kegiatan
penguatan.
Social mapping sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan
tahu data apa yang akan dicari dan bagaimana mencarinya. Serta kemampuan
komunikasi dan menggali data di lapangan. Untuk itu di pecahkan menjadi dua
bentuk :
■ INTERNAL
Social mapping yang dilakukan oleh pihak bagian dari lembaga itu
sendiri. diantaranya oleh:
a. Person In Charge (PIC)
b. Community Development
Officer
c. Petugas Lapangan
■ INDEPENDENT
Social mapping yang dilakukan oleh pihak diluar dari lembaga itu
sendiri . diantaranya oleh :
a. Akademisi
b. LSM
c. Lembaga penelitian
Pengenalan Daerah Bekasi
Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi
Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama
dengan candrabaga yang tertulis dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara,
yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini merupakan bagian dari
megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota dengan jumlah penduduk terbanyak
keempat di Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum
urban dan sentra industri.kota bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan
Kota Pejuang
Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km2, dengan batas
wilayah Kota Bekasi adalah:
• Sebelah Utara : Kabupaten Bekasi
• Sebelah Selatan : Kabupaten Bogor dan Kota Depok
• Sebelah Barat : Provinsi DKI Jakarta
• Sebelah Timur : Kabupaten Bekasi
Letak geografis : 106o48’28’’ – 107o27’29’’ Bujur Timur dan
6o10’6’’ – 6o30’6’’ Lintang Selatan.
Permukiman
Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa yang
tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati
Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat,
Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.
Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan
efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan
perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.
Kecamatan di Kota Bekasi adalah:
Bantar Gebang
Bekasi Barat
Bekasi Selatan
Bekasi Timur
Bekasi Utara
Jatiasih
Jatisampurna
Medan Satria
Mustika Jaya
Pondok Gede
Pondok Melati
Rawalumbu
Kependudukan
Berdasarkan sensus tahun 2010, kecamatan Bekasi Utara merupakan
wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237
jiwa/km² dan kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi
yang terendah. Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA
atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar.
Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun
kota-kota mandiri, di antaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxi
City. Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri
Summarecon Bekasi seluas 240 ha di kecamatan Bekasi Utara.Seiring dengan
meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas, Bekasi juga gencar
melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.
Perekonomian
Perekonomian Bekasi ditunjang oleh kegiatan perdagangan,
perhotelan, dan restoran. Pada awalnya pusat pertokoan di Bekasi hanya
berkembang di sepanjang jalan Ir. H. Juanda yang membujur sepanjang 3 km dari
alun-alun kota hingga terminal Bekasi. Di jalan ini terdapat berbagai pusat
pertokoan yang dibangun sejak tahun 1978.
Selanjutnya sejak tahun 1993, kawasan sepanjang Jl. Ahmad Yani
berkembang menjadi kawasan perdagangan seiring dengan munculnya beberapa mal
serta sentra niaga. Pertumbuhan kawasan perdagangan terus berkembang hingga
jalan K. H. Noer Ali (Kalimalang), Kranji, dan Kota Harapan Indah.
Selain itu keberadaan kawasan industri di kota ini, juga menjadi
mesin pertumbuhan ekonominya, dengan menempatkan industri pengolahan sebagai
yang utama. Lokasi industri di Kota Bekasi terdapat di kawasan Rawa Lumbu dan
Medan Satria.
Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang dapat menggambarkan
kinerja perekonomian di suatu wilayah. Kecuali pada tahun 2004, pertumbuhan
ekonomi Kota Bekasi selalu di atas Jawa Barat dan Indonesia. Pada tahun 2004
ekonomi Kota Bekasi tumbuh 5,38% dan pertumbuhan ini lebih tinggi dari Jawa
Barat (4,77%) tetapi di bawah LPE Indonesia yang mencapai 5,50%. Pada tahun
2005 dengan 5,65%, LPE Kota Bekasi sedikit lebih tinggi dari Jawa Barat dan
Indonesia dengan 5,62% dan 5,55%. Demikian pula pada tahun 2006, LPE Kota
Bekasi yang mencapai 6,07% masih lebih baik dibandingkan Jawa Barat dan
Indonesia yang hanya mencapai 6,01% dan 5,48%.
Mata Pencarian
Sektor industri dan perdagangan merupakan sektor yang diunggulkan,
ini sesuai dengan Visi Kota Bekasi, yaitu unggul dalam jasa dan perdagangan,
kini berkembang sangat pesat. Selain itu, banyak juga industri kecil yang
berkembang dan telah dapat membuka pasar internasional. Perdagangan ikan hias
yang ada di Kota Bekasi saat ini merupakan komoditi terbesar di Asia Tenggara.
Dieksport ke berbagai negara Australia, Belanda dan Selandia Baru. Sektor
industri besar juga telah menetapkan Kota Bekasi sebagai kawasan perindustrian
yang dapat memberikan keuntungan bagi pengusaha lokal maupun internasional.
Berkembangnya berbagai potensi daeah di Kota Bekasi, juga tidak
lepas dari adanya fasilitas akomodasi seperti perhotelan. Dinas Perindustrian
dan Perdagangan sendiri, selalu menyiapkan segala fasilitas apabila investor
akan masuk di Kota Bekasi. Demikian pula fasilitas perbankan dan perumahan.
Bekasi tentu saja memiliki sarana pendidikan dan kesehatan yang
memadai bagi masyarakatnya. Adapun sarana pendidikan yang terdapat di kota ini,
diantaranya adalah: 716 buah Taman Kanak-kanak yang menampung 36.836 orang
murid dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 3.325 orang; 627 buah Sekolah
Dasar dengan jumlah siswa sebanyak 240.938 orang dan10.595 orang tenaga
pengajar; 209 buah Sekolah Menengah Pertama dengan jumlah siswa sebanyak 81.754
orang dan 3.960 orang tenaga pengajar; 92 buah Sekolah Menengah Atas dengan
jumlah siswa sebanyak 35.302 orang dan 2.097 orang tenaga pengajar; 97 buah
Sekolah Menengah Kejuruan dengan jumlah siswa sebanyak 45.462 orang dan 1.554
orang tenaga pengajar; 276 buah Madrasah Raudhatul Athfal dengan jumlah siswa
sebanyak 11.017 orang dan 1.313 orang tenaga pengajar; 132 buah Madrasah
Ibtidaiyah dengan jumlah siswa sebanyak 20.620 orang dan 1.640 orang tenaga
pengajar; 73 buah Madrasah Tsanawiyah dengan jumlah siswa sebanyak 16.965 orang
dan 1.565 orang tenaga pengajar; 25 buah Madrasah Aliyah dengan jumlah siswa
sebanyak 3.286 orang dan 553 orang tenaga pengajar; dan 82 buah Pondok
Pesantren dengan jumlah santri sebanyak 7.775 orang dan 486 ustadz pengajar.
Sedangkan untuk sarana kesehatan terdapat 38 buah rumah sakit, 31
buah puskesmas, dan 28 buah puskesmas pembantu. Berdasarkan data yang tercatat
pada Balap Pusat Statistik Kota Bekasi tahun 2012 tercatat 822 tenaga
kesehatan, terdiri dari: 3 dokter spesialis, 2 dokter spesialis gigi, 138
dokter umum, 85 dokter gigi, 10 apoteker, 19 asisten apoteker, 36 tenaga gizi,
227 perawat umum, 38 perawat gigi, 209 bidan, 13 tenaga kesehatan masyarakat,
18 tenaga sanitasi, dan 19 tenaga teknis medis (Kota Bekasi dalam Angka 1012).
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bekasi
http://syilgagemily.blogspot.co.id/2012/06/pemetaan-sosial.html
http://www1.jabarprov.go.id/index.php/pages/id/1062
http://uun-halimah.blogspot.co.id/2014/01/kota-bekasi.html
Senin, 09 Januari 2017
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
PELAPISAN SOSIAL DAN
KESAMAAN DERAJAT
·
Pengertian
Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification)
adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal
(bertingkat). pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke
dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis) adalah pengertian pelapisan
sosial yang dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin.P.J. Bouman dan max weber
menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu
golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan
beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan.
·
Terjadinya
pelapisan sosial
Ø Terjadi dengan sendirinya
Proses
ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun
orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas
kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara
alamiah dengan sendirinya. Kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu
adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena kepemilikan kepandaian
yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni atau
sakti.
Ø Terjadi dengan disengaja
Sistem
pelapisan ini disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama.
Di dalam pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan
kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Sistem ini dapat kita lihat misalnya
di dalam organisasi pemerintahan, organisasi politik, di perusahaan besar.
Menurut sifatnya maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat
dibedakan menjadi :
* Sistem pelapisan
masyarakat yang tertutup
Di dalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat ke lapisan yang
lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal
yang istimewa. Satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu
lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup
kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta.
* Sistem pelapisan
masyarakat yang terbuka
Di dalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan
untuk jatuh ke pelapisan yang ada di bawahnya atau naiki ke pelapisan yang di
atasnya. Sistem yang demikian dapat ditemukan misalnya di dalam masyarakat
Indonesia sekarang ini.
Kesamaan derajat
Indonesia telah mencantumkan dalam pasal-pasal UUD 1945 hak-hak
asasi manusia. Pasal 27 (1) UUD 1945 menyatakan bahwa, tiap-tiap warga Negara
berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal 29 (2)
menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayannya itu.
Elite dan Massa
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan: “posisi
di dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu
posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik,
agama, pengajaran dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat
kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industry watak
elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.
Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan
kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai
crowd, tetapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang
lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku,
missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa
nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada
suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan di dalam pers atau mereka yang
berperan serta dalam suatu migrasi dalam arti luas.
Ciri-ciri massa adalah :
1.
Keanggotaannya
berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang
dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat
kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka
sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang
pembunuhan misalnya melalui pers.
2. Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun
dari individu-individu yang anonim
3.
Sedikit
interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya.
Referensi dan
Sumber :
-
http://muhammadzeiin.blogspot.co.id/2015/01/rangkuman-isd-pelapisan-sosial-dan.html
Langganan:
Postingan (Atom)

